Menemukan Bangkutaman “Ode Buat Kota”

20 Desember 2016 di Joglo Beer, Kemang, Jakarta. Menjadi hari bersejarah bagi saya karena dipertemukan dengan Bangkutaman di acara Rilis Party album baru Indische Party bartajuk ANALOG.

Hal pertama yang ada dikepala saya ketika mendengar Bangkutaman.

“apa band ini berisikan musik sendu seperti Payung Teduh” 

“kok gak nyambung banget sama Indische Party ya…” 

“kok namanya Bangkutaman” 

“Band cemen ini pasti :)”

Dan bertanyalah saya kepada seorang teman disebelah.

“Bangkutaman band apaan sih, kok namanya Bangkutaman gitu, mirip Payung Teduh gitu ya…? Dengan tidak pasti juga iseng”

dia jawab 

“ada deh band asik ini, gw juga baru denger satu lagu doang yang asik sih di Youtube, gw juga lupa judulnya, dengerin aja nanti”

“ahh yaudah lah…”

Niat datang ke Joglo Beer cuman mau liat Indische Party aja… dan munculah band pembuka pertama dari secercah keriuhan acara malam itu yaitu Sisitipsi “Gue juga baru tau ini band, dari ANALOG rilis party, Kampret emang..” sang vokalis yang tinggi dengan muka dan mata merah di selimuti bayangan dari topi khas nya, berdiri di pangggung dan memeluk sebuah mic dan suasana yang tegang pun berubah jadi syantai sesantai Joni Syantai yang sedang Lepas Kendali disaaat Mencium Aroma Dia. Bangsyat memang… aromanya… psikedelik syekali…

 

IMG_20161220_210046.jpg
Sisitipsi

Selesai sudah Sisitipsi berlabuh rindu, kemudian semua bubar. Para Soundman/Cableman (Teknisi / Orang yang penting untuk kelangsungan sesuatu gig kalo ga ada ini orang mereka pada akustikan doang kali ya… hahaha) mengganti dan merapihkan alat-alat musik di stage.

Obrolan pun berlanjut di tengah crowd yang sedang syantai akibat efek 73% Sisitipsi dan gue juga masih bertanya-tanya dalam hati soal bangkutaman…band apaan sih nih.

Dalam obrolan pun terucap nama Acum sebagai vokalis Bangkutman.

Persiapan pun sudah oke, naiklah Bangkutaman ke atas panggung mininalis itu dan crowd pun mulai mengerubung.

Bangkutman mulai…

Dengan ucapan sambutan kepada Indishe Party soal album barunya dan Jreng… masih belum nge tune ini musik mereka ditelinga…  ternyata rock n roll asik aja…yaudahlah asikin aja.

Sepertinya ini lagu terakhir, soalnya terdengar catchy, lirik seperti ini..

“ooooooo Catch Me When I Fall ooooooo Catch Me When ….

Gue pun bertanya 

“ini lagu asik yang lu bilang itu?”

Temen gue pun jawab 

“ kayaknya sih, gue lupa di…” Sambil menenggak botol beer nya

Ternyata itu bukan lagu terakhir…

Dan.

Na… nana Na nanana Na nanana Na nana Na Na Na…

Tuk suara bising di tiap jalan

Tuk suara kaki yang berlalu lalang

Tuk suara sirene raja jalanan

Tuk suara sumbang yang terus berdentang

Na… nana Na nanana Na nanana Na nana Na Na Na…

Seminggu itu saya sedang mengulik tiap-tiap album dari Lou Reed dan pada seminggu itu pun saya full sedang jatuh hati mendengarkan album Coney Island Baby dan… berjumpa saya dengan lagu pertama di album itu, Crazy Feeling.

Bener-benar crazy feeling saya dibuatnya dan bertepatan dengan lagu terakhir Bangkutaman itu menjadi jelas dan terkoneksi.

“saya baru tau judul lagu terakhir itu, berjudul Ode Buat Kota, yang didapat sesudah saya sampai rumah dengan hasil Googling.

Dan saya pun teriak kepada teman di belakang saya ” bangsyat ini Lou Reed banget” “Keren banget” “Ahh.. gila ini Lou Reed banget men…”

Hari pun berlalu…

Tujuan utama… beli CD album Ode Buat Kota.

Cari di BlokM Square mahal gila… harganya gocapan dan malah ada yang lebih (mahasiswa). Cari di instagram #bangkutaman #jajanrock akhirnya ketemu  juga… 

Di Bintaro sektor 9 ada sebuah café bernama un’juan kopi yang menjual rilisan fisik dengan harga normal.

Dengan rambut gondrong agak lepek karna habis hujan dan menenteng  jaket jeans kumal, saya masuk pintu dan disambut oleh pemilik café dan langsung bilang saya yang tadi nanya bangkutman di instagram dan kita pun mencari cd di rak itu, dan gak ketemu, kampret mana nih… pesimism saya dibuatnya dan pemilik cafe pun menelpon owner cd nya dan dibilangnya masih tersisa, lalu… dicari di box kecil dan… ketemu! terselip karena fisik yang dimilikinya nan mini, album Ode Buat Kota pun didapat!. Keesokan paginya hari minggu dan kamar pun terisi gemuruh kota Jakarta.

PS: saya berharap kedepanya Bangkutaman ya… begini aja lah wuahaha, btw mini album Rileks harus dibuat CD nya sih… bete juga nyetel dari kaset,kalo mau bikin kaset lagunya maksimal dua aja… hahaha, gue juga belum beli kasetnya sih, dan karna gue lemah juga di streaming. Lagu baru / Single dari Bangkutaman untuk Lokananta bertajuk Lukisan (2017) ini… bagus banget. Lanjutkan ini wahai manusia-manusia di Bangkutaman.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

Up ↑

%d bloggers like this: